Blog Cerdas Yang Informatif

Blog Cerdas Yang Informatif

Senin, 19 Oktober 2015

PROGRAM PENGEMBANGAN PERTANIAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN WEBSITE GAPOKTAN SEBAGAI SOLUSI MEDIA DISTRIBUSI HASIL TANI (PRODUK) GAPOKTAN KECAMATAN GULUK-GULUK KABUPATEN SUMENEP

 ABSTRAK
Dalam memajukan sektor pertanian pemerintah telah melakukan langkah-langkah. Mulai dari pemberiah subsidi tani hingga pembentukan kelompok tani (PokTan) diberbagai desa. Dalam pengelolaannya Kelompok Tani di gabungkan dalam satu wadah koordinasi daerah yakni Gabungan Kelompok Tani (GaPokTan). Pada perinsipnya Gabungan Kelompok Tani merupakan gabungan dari beberapa Kelompok Tani yang melakukan usaha agribisnis diatas prinsip kebersamaan dan kemitraan sehingga mencapai peningkatan produksi dan pendapatan usaha tani bagi anggotanya dan petani lainnya. keberadaan Gabungan Kelompok Tani diharapkan dapat mengelola sektor pertanian dengan baik dan professional. Namun pada realitasnya ada beberapa hal yang belum maksimal dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani di kabupaten Sumenep khususnya kecamatan Guluk-guluk, salah satunya dalam sistem pendistribusian hasil tani para anggotanya dan petani lainnya.
Minimnya SDM dalam Kelompok Tani berimplikasi terhadap pengelolaan sektor pertanian. Dalam mengatasi permasalahan Sumber Daya Manusia, penulis memberikan gagasan yakni Program Pengembangan Pertanian melalui Pelatihan Pembuatan Website Gapoktan Sebagai Solusi Media Distribusi Hasil Tani (produk) Gapoktan Kecamatan Guluk-guluk Kabupaten Sumenep. Konsep pemberian pelatihan website yaitu mulai dari pemberian pengenalan dasar internet hingga proses pembuatan website distribusinya.
Adapun beberapa metode pelaksanaan yang akan diterapkan sebagai berikut : Konsultasi, Pengumpulan Data Gapoktan Yang Akan Dilatih, Koordinasi Dengan Pihak Pt. Telkom Kabupaten Sumenep, Penyusunan Jadwal Pelatihan, Persiapan Saran Dan Prasarana, Pemberntukan Organisasi Kerja, Tahap Pelaksanaan Dan Kontrol serta Tahap Evaluasi dan Perbaikan Pelatihan.
Output yang diperoleh pada program ini adalah terciptanya media distribusi hasil tani yang efektif dan efisien serta sesuai dengan perkembangan teknologi yakni berupa website gapoktan. Tidak hanya itu, dari program ini output yang diperoleh juga terciptanya sumber daya manusia pada kelompok tani yang berkualitas, uptodate serta paham teknologi sebagai upaya perkembangan sektor pertanian kabupaten Sumenep.


Keyword : Website Gapoktan, Media Distribusi Hasil Tani, Teknologi, Gapoktan, SDM Gapoktan.





A.           PENDAHULUAN
Kabupaten Sumenep merupakan suatu kabupaten yang terletak di ujung timur pulau Madura. Sumenep terletak dihamparan lautan dan daratan yang unik dan potensial. Mayoritas perekonomian masyarakatnya bergantung terhadap sektor pertanian. Hal tersebut didukung oleh letak geografisnya, yang dimana lahan pertanian kabupaten Sumenep mencapai 50 % dari luas wilayah kabupaten Sumenep yakni luas lahan pertanian mencapai 1.130 KM2 dari luas wilayah 2.093 KM2[1]. Sehingga dapat dikatakan bahwasanya kabupaten Sumenep merupakan wilayah yang berbasis pertanian.
Dalam memajukan sektor pertanian pemerintah telah melakukan langkah-langkah. Mulai dari pemberiah subsidi tani hingga pembentukan kelompok tani (PokTan) diberbagai desa. Dalam pengelolaannya Kelompok Tani di gabungkan dalam satu wadah koordinasi daerah yakni Gabungan Kelompok Tani (GaPokTan) . Pada perinsipnya Gabungan Kelompok Tani merupakan gabungan dari beberapa Kelompok Tani yang melakukan usaha agribisnis diatas prinsip kebersamaan dan kemitraan sehingga mencapai peningkatan produksi dan pendapatan usaha tani bagi anggotanya dan petani lainnya[2]. keberadaan Gabungan Kelompok Tani diharapkan dapat mengelola sektor pertanian dengan baik dan professional. Namun pada realitasnya ada beberapa hal yang belum maksimal dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani di kabupaten Sumenep, salah satunya dalam sistem pendistribusian hasil tani para anggotanya dan petani lainnya.
Sebenarnya banyak hasil tani bahkan hasil pengolahan hasil tani yang berprestasi salah satu kecamtan Guluk-guluk yaitu kelompok tani Barokah Kecamtan Guluk-guluk yang lolos lomba agrobisnis kedelai tingkat nasional[3]. Namun minimnya SDM dalam Kelompok Tani berimplikasi terhadap pengelolaan sektor pertanian khususnya dikabupaten Guluk-guluk. Di era yang penuh dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, harusnya pengelolaan hasil pertanian sudah serba teknologi khususnya pada masalah distribusi. Sekarang sudah marak pendistribusian produk via online baik media sosial, blog ataupun website. Gabungan Kelompok Tani dapat menggunakan media website dalam pendistribusian hasil tani anggotanya ataupun petani lainnya. Website merupakan media yang sangat efektif dan efiesien, kita tidak perlu repot dalam menggunakan tenaga dalam mendistribusikan hasil tani. Admin Gapoktan hanya duduk didepan komputer lalu tinggal menunggu konsumen yang berkunjung kewebsite Gapoktan.
Solusi distribusi berbasis website bisa dijadikan suatu alternatif yang sangat bagus oleh Gapoktan. Akan tetapi SDM di kecamtan Guluk-guluk kabupaten Sumenep tidaklah seperti apa yang kita harapkan khususnya para pengurus /Anggota Gapoktan. Dalam realisasi sistem distribusi berbasis website yang pertama dipersiapkan adalah SDM untuk mengelola website. Sehingga dari latar belakang tersebut penulis mengajukan suatu gagasan karya tulis ilmiah yang berjudul “Program Pengembangan Pertanian melalui Pelatihan Pembuatan Website Gapoktan Sebagai Solusi Media Distribusi Hasil Tani (produk) Gapoktan Kecamatan Guluk-guluk Kabupaten Sumenep”. Dengan adanya pelatihan tersebut penulis berharap Gapoktan dapat membangun dan mengelola website sebagai media distribusi hasil tani anggotanya dan juga petani lainnya di daerah kecamatan Guluk-guluk kabupaten Sumenep.
Tujuan dilakukannya program ini yaitu untuk : menjelaskan sistem distribusi yang dilakukan oleh Gabungan Kelompok Tani kecamatan Guluk-guluk kabupaten Sumenp, untuk menjelaskan Konsep yang akan ditawarkan untuk Mengefektifkan distribusi hasil Tani Gabungan Kelompok Tani kecamatan Guluk-guluk kabupaten Sumenep, Menjelaskan tentang website Gapoktan sebagai media distribusi hasil tani, Menjelaskan tentang metode-metode yang akan diterapkan dalam pelatihan website Gabungan Kelompok Tani kecamatan Guluk-guluk kabupaten Sumenep sebagai media distribusi.
Ada capaian yang pasti ingin dicapai dalam pelaksanaan program in. Luaran yang diharapkan dalam program ini adalah terciptanya suatu media distribusi hasil tani dari Gapoktan Kecamatan Guluk-guluk kabupaten Sumenep berupa website gapoktan sehingga ketika ada hasil tani ataupun hasil pengolahan produk hasil tani dapat terdistribusi dengan baik. Serta terciptanya kualitas anngota gapoktan yang selaras dengan jaman khususnya pada dewasa ini zaman yang penuh dengan teknologi. Sehingga dengan adanya pemahaman teknologi yang pengolalaan pertanian khususnya pada media informasi dan distribusi dapat terlaksana sesuai dengan konsep perkembangan IPTEK.
Adapun manfaat yang diberikan dalam pelaksanaan program ini yaitu :
1.      Manfaat Teoritis
Sebagai bahan kajian dan analisa untuk pengurus Gapoktan kecamtan Guluk-guluk kabupaten Sumenep dalam mengelola distribusi hasil tani sehingga tercipta media distribusi yang sesuai dengan harapan anggotanya ataupun petani lainnya di Sumenep.
2.      Manfaat Praktis
a.       Bagi Penulis
Menambah pengetahuan tentang sektor pertanian, Gabungan Kelompok Tani, serta sistem distribusi hasil pertanian di kabupaten Sumenep.
b.      Bagi Petani
Dapat memberi solusi tentang media distribusi sehingga hasil tani yang melimpah dapat terdistribusikan dengan baik khususnya kecamatan Guluk-guluk.
c.       Bagi GaPokTan / Pemerintah
Memberikan gagasan/ide pada pemerintah khususnya GaPokTan dalam mengelola sektor pertanian khususnya pada segi distribusi hasil tani.
B.            PERTANIAN DAN GAPOKTAN KECATAN GULUK-GULUK , KABUPATEN SUMENEP
Kabupaten Sumenep merupakan suatu kabupaten yang terletak di ujung timur pulau Madura. Sumenep terletak dihamparan lautan dan daratan yang unik dan potensial. Mayoritas perekonomian masyarakatnya bergantung terhadap sektor pertanian. Hal tersebut didukung oleh letak geografisnya, yang dimana lahan pertanian kabupaten Sumenep mencapai 50 % dari luas wilayah kabupaten Sumenep yakni luas lahan pertanian mencapai 1.130 KM2 dari luas wilayah 2.093 KM2. Sehingga dapat dikatakan bahwasanya kabupaten Sumenep merupakan wilayah yang berbasis pertanian.
Dalam pengelolaan pertanian, pemerintah mengembangkan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani sesuai pedoman pedoman penumbuhan dan pengembangan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani[4], sehingga Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani dipandang dapat mengelola sektor pertanian dengan baik dan professional. Banyak prestasi yang telah diraih  Kelompok Tani kabupaten Sumenep , salah satu contohnya pada tahun 2009 Kelompok Tani Barokah desa Guluk-guluk berhasil meraih juara pertama nasional pada kejuaraan agrobisnis kedelai. Disamping banyak prestasi yang diperoleh ada beberapa hal yang dinilai kurang efektif dan efisien pengelolaannya pada Gabungan Kelompok Tani yakni pada sistem Distribusi. Dengan adanya perkembangan teknologi ini Gabungan Kelompok Tani dapat membangun media distribusi yang dapat diakses oldh orang banyak. Salah satu alternatifnya yaitu dengan via online atau biasa dikenal website.

C.           WEBSITE SEBAGAI SOLUSI MEDIA DISTRIBUSI GAPOKTAN
Distribusi merupakan suatu proses penyaluran hasil olahan dari produsen agar sampai pada konsumen yang tersebar luas. Distribusi tidak hanya dibahas pada lingkup teoritis namun yang paling penting saat aplikasinya. Perlu adanya suatu media dalam suatu pendistribusian agar tujuan distribusi bisa tercapai. Banyak sekali pemanfaatan media, mulai dari perantara manusia, media cetak, media cetak, media elektronik hingga yang marak pada hari ini adalah media online. Kemajuan teknologi berpengaruh besar terhadap kemajuan ekonomi mulai dari infromasi ekonomi  hingga berguna sebagai media distribusi (http://fasisfirst.blogspot.com/2009/07/pengaruh-teknologi-terhadap-pertumbuhan.html)
Banyak sekali pemanfaatan teknologi internet dijadikan media distribusi, contoh-contoh yang sukses seperti halnya :
-       http://bhinneka.com
-       http://indoraya.com
-       http://tokobagus.com
-       http://berniaga.com
-       Dan lain sebagainya
Penggunaan website sebagai media distribusi sangatlah efektif dan efisien. Karena baik produsen dan konsumen tidak kerepotan dalam meakukan transaksi. Akan tetapi ada faktor yang paling urgen dalam pengelolaan distribusi Gapoktan yang berbasis teknologi website yakni masalah Sumber Daya Manusia. Maka ketika melihat realitas kapasitas Sumber Daya Manusia Gapoktan tidaklah seperti yang kita harapkan. Maka dari itu perlu adanya suatu pelatihan untuk pengetahuan website distribusi Gabungan Kelompok Tani agar pendistribusiannya dapat dikelola dengan baik.

D.           PELATIHAN PEMBUATAN WEBSITE GAPOKTAN
Dalam mengatasi permasalahan Sumber Daya Manusia, penulis memberikan gagasan yakni pelatihan pembuatan website untuk GAPOKTAN kecamatan Guluk-guluk kabupaten Sumenep. Konsep pemberian pelatihan website yaitu mulai dari pemberian pengenalan dasar internet hingga proses pembuatan website distribusinya. Kebetulan sejak tahun 2013 PT.Telkom Kabupaten Sumenep melakukan program melek IT di kabupaten Sumenep. Sehingga disini pelatihan yang kami gagas dapat berkerja sama dengan PT.Telkom Kabupaten Suemenep. PT. Telkom menyediakan sarana dan prasarana (10 PC full internet) dan pengelolaan materi di kelola oleh penulis sebagai penggagas. Dalam implementasi program, ada beberapa tahapan metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu:
1.             KONSULTASI
Metode ini dilakukan untuk perumusan konsep dan proposal agar lebih maksimal. Konsultasi dilakukan terhadap berbagai pihak sesuai dengan konsep program yang dirumuskan, yang meliputi :
a.    Dosen Pembimbing
Konsultasi pada dosen pembimbing dilakukan untuk menyusun konsep program dan perampungan proposal.
b.   Ketua Gapoktan Guluk-guluk
Konsultasi yang dilkukan pada ketua gapoktan Guluk-guluk bermaksud untuk mengetahui tentang data-data gapoktan.
c.    PT. Telkom Sumenep
Konsultasi ini dilakukan untuk menjalin kerja sama dalam peminjaman sarana dan prasarana kebutuhan pelatihan yang mungkin bisa diselaraskan dengan anggeda yang dimiliki oleh PT.Telkom Sumenep.

2.             OBSERVASI
Metode ini dilakukan pada awal pelaksanaan pembinaan. Kami dari tim PKMM melakukan survey ke lapangan (objek) dan wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat, kepala desa mencari informasi tentang gapoktan kecamatan Guluk-guluk. Hal ini dilakukan oleh tim untuk mempermudah tim dalam memahami kondisi peserta serta mencoba melakukan adaptasi dengan peserta. Selain itu untuk mempermudah tim dalam menentukan solusi-solusi dalam pembelajaran nantinya.

3.             PENGUMPULAN DATA GAPOKTAN YANG AKAN DILATIH.
Metode ini dilakukan setelah melakukan konsultasi pada ketua Gapoktan Sumenep. Setelah mendapat data-data tentang Gapoktan termasuk data-data anggota maka dapat ditentukan beberapa anggota Gapoktan Kecamatan Guluk-guluk yang siap untuk dilatih membuat website Gapoktan. Setelah didata ada 20 orang anggota dari 7 Kelompok Tani Guluk-guluk. Sebagaimana pada tabel berikut :
No
Nama
Alamat
Kelompok Tani
1
Nur Ida F
Ds. Guluk-Guluk Timur
KWT. MAWAR
2
Qamariyah
Dsn.Brakas Laok – Ds. Guluk-guluk Timur
KWT. MAWAR
3
Afifah
Dsn. Kadibas – Ds. Guluk-guluk Timur
KWT. MAWAR
4
Halimatus Sakdiyah
Ds. Katawang Laok

KWT. MELATI PUTIH
5
Siti Hatijah
Dsn.Duko – Ds. Katawang Laok
KWT. MELATI PUTIH
6
Latifah
Ds. Bragung

KWT. SEKAR WANGI
7
Nur Hasanah
Ds. Bragung

KWT. SEKAR WANGI
8
Kamila Eltiha
Ds. Bragung

KWT. SEKAR WANGI
9
Damiri
Dsn.Legung – Ds. Payudan Dundang
KT. BINTANG TUJUH
10
Jamil
Dsn. Masaran – Ds. Payudan Dundang
KT. BINTANG TUJUH
11
Dussalam
Dsn. Gunung – Ds. Payudan Dundang
KT. BINTANG TUJUH
12
Syafrawi
Dsn. Pordapor Barat – Ds.Pordapor
KT. TARUNA BUMI
13
Abd Hayyi
Dsn. Pordapor Barat – Ds.Pordapor
KT. TARUNA BUMI
14
Sunari
Dsn. Pordapor Barat – Ds.Pordapor
KT. TARUNA BUMI
15
Moh. Mulyadi
Dsn. Lebille – Ds. Bakiong
KT. SEJAHTERA
16
Badri
Dsn. Lebille – Ds. Bakiong
KT. SEJAHTERA
17
Arsa’ie
Dsn. Lebille – Ds. Bakiong
KT. SEJAHTERA
 18
Shalehoddin
Dsn. Artakoh – Ds. Payudan Daleman

KT. HARAPAN MULYA
19
K. Ach Syuja’ie R
Dsn. Artakoh – Ds. Payudan Daleman
KT. HARAPAN MULYA
20
Shuja’ie
Dsn. Artakoh – Ds. Payudan Daleman
KT. HARAPAN MULYA
Tabel 1.0 Data Kelompok Tani Guluk-guluk (Peserta)

4.             PENYUSUNAN JADWAL PELATIHAN
Setelah mengetahui data-data peserta pelatihan, selanjutnya yang perlu dirumuskan yaitu jadwal pelatihan. Jadwal pelatihan dirumuskan sesuai dengan jadwal  yang kira-kira peserta dapat hadir. Karena melihat kesibukan Peserta maka perlu analisa yang sedikit lama dalam merumuskan jadwal hingga jadwal dapat dirampungkan. Jadwal sebagai berikut ;
No
Waktu
Pertemuan
Materi
1
Selasa, 24 Februari 2015
Pertemuan 1
Sosialisasi Program Monev terhadap Poktan (Kelompoktani) dan Kurikulum pelatihan
2
Selasa 03 Maret 2015
Pertemuan 2
Memberikan Materi Pertama Pelatihan (Persiapan Program Firefox, Xampp, Dreameweaver dan Photoshop serta dilanjutkan Istalasi)
3
Selasa, 10 Maret 2015
Pertemuan 3
Pemberian Materi Kedua Pelatihan (Instalasi CMS yang akan digunakan yaitu JOOMLA 3)
4
Selasa, 17 Maret 2015
Pertemuan 4
Pemberian Materi Ketiga Pelatihan (Pengenalan Konten di JOOMLA 3)
5
Selasa, 24 Maret 2015
Pertemuan 5
Pemberian Materi Keempat Pelatihan (Pengenalan Template dan Modifikasi Template)
6
Selasa, 31 Maret 2015
Pertemuan 6
Pemberian Materi Kelima Pelatihan (Modifikasi Header Template Atau Header Website)
7
Selasa, 07 April 2015
Pertemuan 7
Pemberian Materi Keenam Pelatihan (Modifikasi Menu Template Atau Menu Website)
8
Selasa, 14 April 2015
Pertemuan 8
Pemberian Materi KetujuhPelatihan (Desain Module JOOMLA 3 Atau Module Website)
9
Selasa, 21 April 2015
Pertemuan 9
Pemberian Materi Kedelapan Pelatihan (Posting Artikel)
10
Selasa, 28 April 2015
Pertemuan 10
Follow Up  Materi Pelatihan
Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Program Pelatihan

5.             TAHAP PELAKSANAAN
Pelaksanaan pelatihan dalam program ini kepada para peserta dilakukan dengan beberapa sub latihan. Terlebih dahulu dilakukan dengan mengelompokkan perkelompok tani, kemudian kelompok tani tersebut diarahkan jadwal tertenu. Metode pengajaran yang dilakukan 30% materi 70% Praktek.. Kegiatan dilaksanakan selama sepuluh (10) minggu dimana setiap minggu dengan materi berbeda durasi waktu pengajaran sekitar tiga (3) jam dalam setiap pertemuan.

6.             TAHAP EVALUASI
Evaluasi dilakukan dua kali. Evaluasi pertama dilakukan untuk mengetahui daya tanggap peserta terhadap pelajaran memahami dan praktek pembuatan website Gapoktan. Evaluasi kedua dilakukan untuk mengetahui Keberhasilan program yang diterapkan pada Anggota Gapoktan kecamatan Guluk-guluk. Untuk menilai sejauh mana program yang  lakukan berjalan sesuai dengan tujuan yang dirumuskan diawal program.

Tahapan dalam pelaksanaan program Program Pengembangan Pertanian Melalui Pelatihan Pembuatan Website Gapoktan Sebagai Solusi Media Distribusi Hasil Tani (Produk) Gapoktan Kecamatan Guluk-guuk Kabupaten Sumenep digambarkan secara jelas pada tabel desain program berikut :

No
Kegiatan
Bulan 1
Minggu Ke
Bulan 2
Minggu Ke
Bulan 3
Minggu Ke
Bulan 4
Minggu Ke
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1

Konsultasi
















2
Observasi
















3
Administrasi dan Penjadwalan
















4
Kegiatan Pelaksanaan
















5
Evaluasi
















Tabel 1.2 Jadwal Kegiatan Tahapan Pelaksanaan Program


E.            HASIL DAN PEMBAHASAN
Dengan melalui tahapan demi tahapan langkah hingga akhir pelaksanaan Program Pengembangan Pertanian Melalui Pelatihan Pembuatan Website Gapoktan Sebagai Solusi Media Distribusi Hasil Tani (Produk) Gapoktan Kecamatan Guluk-guuk Kabupaten Sumenep, sesuai dengan target yang telah ditentukan yakni terciptanya website gapoktan sebagai media distribusi hasil tani telah tercapai secara sukses. Berikut hasil website karya anggota/ peserta pelatihan dari kelompok tani :


















 

























Gambar 1.0 Hasil Pelatihan Website Gapoktan Guluk-guluk

F.            KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dari pelaksanaan Program Pengembangan Pertanian Melalui Pelatihan Pembuatan Website Gapoktan Sebagai Solusi Media Distribusi Hasil Tani (Produk) Gapoktan Kecamatan Guluk-guuk Kabupaten Sumenep ada beberapa yang menjadi simpulan pada program ini yaitu :
-          Perkembangan sektor pertanian kabupaten Sumenep cukup bagus dilihat dari beberapa prestasi pertanian serta hasil tani yang melimpah. Namun minim media distribusi yang efektif dan efisien dalam pemasaran hasil tani Sumenep.
-          Dengan perkembangan teknologi, website menjadi media yang paling tepat sebagai solusi distribusi hasil tani kabupaten Sumenep terutama kecamtan Guluk-guluk.
-          Tahapan pelaksanaan program terlaksanan dengan baik mulai dari Berkonsultasi, Pengumpulan Data Gapoktan Yang Akan Dilatih, Koordinasi Dengan Pihak Pt. Telkom Kabupaten Sumenep, Penyusunan Jadwal Pelatihan, Persiapan Saran Dan Prasarana, Pemberntukan Organisasi Kerja, Tahap Pelaksanaan Dan Kontrol serta Tahap Evaluasi dan Perbaikan Pelatihan. Hal ini dapat dikatakan sukses karena target capaian yang disusun telah tercapai dengan baik yakni terciptanya website gapoktan kecamatan Guluk-guluk kabupaten Sumenep.
-          Telah dihasilkan beberapa bukti nyata tersusunya website gapoktan kecamatan Guluk-guluk kabupaten Sumenep sebagaimana telah digambarkan pada pembahasan diatas. Dengan bukti dapat membuat website secara otomatis SDM Gapoktan kabupaten Sumenep yakni peserta program pelatihan telah dapat dikatakan paham dalam mengelola website gapoktan media distribusi hasil tani.
DAFTAR PUSTAKA
Peraturan Mentri Pertanian, Nomor 273/Kpts/Ot.160/4/2007, Tanggal : 13 April 2007
Wikipedia : Kabupaten Sumenep. Online. http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten-Sumenep (diakses : 20 Januari 2015)
Wikipedia : Kabupaten Sumenep. Online http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten-Sumenep (diakses : 20 Januari 2015)
Wartawan Detik : Kelompok Tani Guluk-guluk Kabupaten Sumenep Juara Nasional Agrobisnis Kedelai . Online http://www.detik.com/gapoktan-sumenep-juara-nasional-agrobisnis-kedelai (diakses : 20 Januari 2015)



[2] htttp://kelompoktani-lisungkiwari.blogspot.com
[4] Peraturan Mentri Pertanian, Nomor 273/Kpts/Ot.160/4/2007, Tanggal : 13 April 2007

2 komentar:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com