OPTIMALISASI
MONITORING DAN EVALUASI INTERNAL
DALAM MANAJEMEN MUTU PERGURUAN TINGGI
Oleh : M. Fahru Rosy
Ketua Umum HMI Cabang
Sumenep Komisariat STKIP PGRI Sumenep
Jurusan PBSI STKIP PGRI
Sumenep
Mutu
(Quality) secara umum dapat di artikan dalam berbagai macam hal sesuai dari
sudut pandang mana kita melihatnya, Gregary B. Hutchis berpendapat bahwa
sebagai berikut (1) Kesesuaian / Kecocokan dengan spesifikasi dan standar yang
berlaku, (2) Cocok / Pas untuk digunakan (Fitness For Use), (3) Dapat memuaskan
keinginan, kebutuhan dan pengharapan pelanggan dari biaya kompetitif. Jadi dapat
disimpulkan bahwa mutu (Quality) adalah pencapaian dalam kualitas yang sesuai standar
yang ada dalam memuaskan. Dan mutu (Quality) ini memiliki beberapa unsur, (1) Quality
planning, (2) Control Quality, (3) Quality
improvement
Disetiap
sektor pasti berhubungan dan selalu syarat dengan adanya suatu mutu. Termasuk pula
pada institusi perguruan tinggi tentu dibutuhkan yang namanya mutu (Quality)
sebagaimana dijelaskan direktur jendral pendidikan tinggi dalam meningkatkan
kualitas perguruan tinggi di indonesia yang tertuang dalam Hingher Education
Long Term Strategy (HELTS) 2003 – 2010 sebagai berikut :
“Penjaminan mutu
pendidikan tinggi di perguruan tinggi adalah proses penerapan dan pemenuhan standar
mutu pengelolaan dan pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan,
sehingga stakeholder (mahasiswa, orang tua, dunia kerja, pemerintah, dosen,
tenaga penunjang, serta pihak lain yang berkepentingan) memeroleh kepuasan dalam
meningkatkan sebuah pendidikan tinggi yaitu perlu adanya monitoring dan
evaluasi (Monevin)”.
Monitoring
Monitoring adalah proses rutin
pengumpulan data dan pengukuran kemajuan atas objektif program/ memantau
perubahan yang fokus pada proses dan keluaran
Evaluasi
Evaluasi adalah penggunana metode
penelitian social untuk secara sistematis menginvestigasi efektifitas program/
menilai kontribusi program terhadap perubahan dan menilai kebutuhan perbaikan,
kelannjutan atau perluasan program (Rekomendasi)
Tujuan
dari monevin ini meliputi Menjamin bahwa kesesuaian dan kepatuahan terhadap
prosedur senantiasa dijalankan sesuai dengan standar yang berlaku, Melihat
efektivitas dari tindakan dan perbaikan yang dilakukan karena ketidaksesuaian
di temukan pada pemeriksaan periode sebelumnya, Meninjau adanya perbaikan
khusus yang di implementasikan sebagai tindakan pencegahan atas ketidaksesuaian
yang mungkin terjadi, Melakukan evaluasi terhadap proses produk atau layanan
dalam perencanaan kerja yang dibuat termasuk pencapaiannya dan Memeriksa catatan-catatan
untuk mengevaluasi kecendrungan data.
Proses
Monevin
Jadi
Untuk mencapai suatu MUTU yang berwujud Total Quality Management (TQM) bergantung
pada kegiatan monitoring evaluasi internal suatu institusi pada khususnya
perguruan tinggi sehingga penjaminan mutu institusi/ perguruan tinggi dapat
dipantau dan dipelihara sesuai standar mutu yang ditetapkan.








0 komentar:
Posting Komentar