Blog Cerdas Yang Informatif

Blog Cerdas Yang Informatif

Rabu, 06 April 2016

POSISI MAHASISWA DALAM MENGHADAPI MEA



POSISI MAHASISWA DALAM MENGHADAPI MEA
Oleh : M. Fahru Rosy
Ketua Umum HMI Cabang Sumenep Komisariat STKIP PGRI Sumenep
Jurusan PBSI STKIP PGRI Sumenep

Masyarakat ekonomi asean (MEA) adalah hasil keputusan dan ketetapan dari sebuah kesepakatan yang telah di buat oleh negara-negara ASEAN dalam pemberian piagam ASEAN yang di sahkan pada tahun 2007 dengan melibatkan 10 negara yang ada di ASEAN, dan di berlakukan pada penghujung tahun 2015. Dalam artian MEA merupakan kerjasama regional asia tenggara di bidang ekonomi yang di transformasikan menjadi kesatuan kekuatan baik sebagai pasar tunggal maupun pusat produksi yang bertujuan agar negara-negara yang berada di asean, tujuan di adakan hal tersebut agar negara-negara yang berada di asean menjadi kawasan ekonomi yang mampu berdaya saing di pasar global.
 Harus kita sadari bahwa MEA bukanlah sebuah event. Akan tetapi merupakan sebuah proses bagi setiap Negara agar mampu untuk bersaing dengan adanya pangsa pasar yang semakin bebas akan membuat setiap negara lebih leluasa dalam mengalirkan barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja terampil akan diberlakukan secara resmi, apabila tidak dilakukan persiapan akan menjadi ancama bagi setiap Negara itu sendiri sehingga akan terbawa pada arus deras pasar global
 Indonesia telah melakukan berbagai upaya persipan dalam menghadapi MEA 2015 seperti penyusunan MP3EI, program keuangan inklusif, perbaikan regulasi terkait investasi asing dan telah melakukan kampanye penggunaan produk nasional hilirasi industri nasional, selain itu pemerintah juga sudah menerbitkan dan mengimplementasikan inpres No. 11 tahun 2011 tentang pelaksanaan komitmen cetak biru masyarakat ekonomi ASEAN dan inpres No. 6 tahun 2014 tentang peningkatan daya saing indonesia.
 Sementara itu di tataran ASEAN, indonesia masih terlihat pada capaian ASEAN economic Community (AEC) scorecard telah mencapai 84,1% di atas rata-rata ASEAN yang sebesar 81.1%. namun demikian capaian Indonesia tersebut masih di bawah sebagian Negara anggota ASEAN mengingat magnitude Indonesia yang lebih besar dan komplek.  
 Dan jika dilihat dari kwalitas sumber daya manusia indonesia masih dalam peringkat 6 dari 10 negara yang berada di asean, jauh dari singapura dan malaysia.
Dan posisi perguruan tinggi yang ada di indonesia juga belum mampu setara dengan pendidikan tinggi di negara-negara jiran yang di mana hari ini sebagai pusat pendidikan, sedangkan sebagian kita ketahui dari tahun ketahun angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat, itu menandakan bahwa perlu adanya peningkatan persiapan sumber daya manusia, karena kunci dari kemajuan sebuah bangsa bukan karena kekayaan alamnya melaikan sumber daya manusia yang ada di dalamnya.
Maka dari itu dalam menyelesaikan segala permasalahan yang ada perlu adanya solusi yang dibutuhkan, perguruan tinggi sebagai pencetak tenaga pengajar harusnya mampu memberikan kontribusi besar dengan apa yang dihadapi oleh Negara Indonesia saat ini, maka dari itu perlu adanya perubahan system kurikulum dalam meningkatkan tenaga pengajar sehingga dapat setara dengan perguruan tinggi yang ada di negara-negara luar sana dan mampu mencetak output yang siap bersaing dalam pangsa pasar bebas.
Disisi lain Mahasiswa sebagai kaum intelektual yang lebih memiliki kesadaran lebih tinggi dalam dunia masyarakat haruslah mampu menyadari atas tanggung jawabnya sebagai agen of change yang sangat berperan penting dalam kemajuan sebuah bangsa khususnya bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi MEA, ada beberapa hal yang harus mampu dilakukan mahasiswa demi menjawab sebuah tantangan zaman yang saat ini semakin bebas ini, mahasiswa harus mampu merubah diri dengan cara meningkatan softskill dalam berbahasa asing harus mampu di kuasai serat dapat mengembangkat bakat individu sebagai penguatan diri dalam bersaing. Dan dari segala pemahaman yang di dapat tentang MEA mahasiswa diharap mampu berinteraksi dengan masyarkat dengan menggunakan berbagai macam cara baik itu berupa woksop kewirausahaan, membangun desa binaan untuk memberikan kecerdasan terhadap masyarakat dalam menghadapi MEA

Adapun beberapa hal yang perlu dilakukan mahasiswa untuk menghadapi mea di antaranya adalah :
  • Merubah “mindset” konsumtif menjadi produktif sehingga kita bisa mengurangi pengeluaran dan memperbesar pemasukan bagi Negara kita
  • Meningkatkan “competitiviness” produk yang akan berpengaruh pada ketertarikan konsumen akan produk yang kita hasilkan dengan kwalitas terjamin
  • Diversifikasi dan peningkatan nilai tambah bahan baku dari sumber daya alam yang melimpah menjadi produk berorientasi ekspor.
  • Mempersiapkan lulusan perguruan tinggi yang mampu berkompetisi minimal di tingkatan ASEAN (kedepannya semua profesi harus memiliki sertifikat tingkat ASEAN) dan tiap tenaga professional memiliki semangat tinggi.
  • Mengubah “mindset” pegawai menjadi entrepreneur (pengusaha) sehingga diharapkan akan muncul pengusaha baru yang dapat menciptakan lapangan kaerja dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia secar mandiri sehingga tidak bergantung terhadap Negara lain.

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com